Kamis, 24 Januari 2013

Uji Kompetensi Keahlian Bagi Siswa SMK Tahun 2013

Siswa SMK wajib menempuh uji kompetensi keahlian, baik secara praktek maupun secara tertulis sebelum menyelesaikan studinya dari jenjang  pendidikan SMK. Terkait dengan hal tersebut, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menerbitkan kisi-kisi uji kompetensi keahlian bagi siswa SMK tersebut. Adapun kisi-kisi uji kompetensi, instrumen verifikasi, dan soal praktek serta pedoman penilaian dapat diunduh pada tautan berikut ini :







Sedangkan kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat diunduh pada alamat : http://downloads.ziddu.com/downloadfile/21314111/Kisi-Kisi-SMP-SMASMK-PLB-tahun-2012-2013.pdf.html.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 02 Januari 2013

Selamat Tahun Baru 2013

Segenap pengasuh Seputar Simpang Lima Semarang menyampaikan Selamat Tahun Baru 2013 kepada segenap handai taulan dan pemerhati blog ini. Semoga di tahun 2013 ini dapat lebih meningkatkan amal ibadah kita.

Sabtu, 22 Desember 2012

Kasih Ibu Bagai Sang Surya Menyinari Dunia


Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1946. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Yang selalu terngiang bila Hari Ibu tiba adalah lagu anak yang berjudul Kasih Ibu, dengan lirik sebagai berikut :
Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.

Sedangkan secara visual dapat dilihat pada tautan sebagai berikut :
Selamat Hari Ibu - Kasih sayangmu tanpa batas waktu, bagai sang surya menyinari dunia.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu#Hari_Ibu_di_Indonesia
http://youtu.be/_3j2Kpk02Hk

Kamis, 20 Desember 2012

Dua Perusahaan Telekomunikasi Telah Memberi Akses Internet Kepada Kampus Simpang Lima Semarang

Seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan akses internet yang murah, maka dua perusahaan besar yang bergerak di bidang telekomunikasi telah memberikan akses internet gratis kepada warga Kampus Simpang Lima Semarang - SMK Negeri 7 (STM Pembangunan) Semarang dan sekitarnya. Kedua perusahaan tersebut adalah Indosat dan Telkom. Adapun area yang dapat diakses adalah untuk wilayah barat kampus dengan Indosat, sedangkan wilayah timur kampus dengan Telkom.

Berikut informasi terkait dengan akses internet gratis di Kampus Simpang Lima Semarang :

A. Indosat

Indosat Super WiFi
Indosat Super Wi-Fi merupakan layanan internet Unlimited melalui jaringan Wi-Fi dengan kecepatan tinggi hingga 20 Mbps yang diperuntukan bagi seluruh pelanggan Prabayar & Paskabayar Indosat secara GRATIS (selama masa promo).

Indosat Super Wi-Fi sudah mendukung teknologi EAP-SIM (Extensible  Authentication Protocol – SIM), yaitu teknologi yang memungkinkan pengguna dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi Indosat tanpa harus mengisi  username & password (seamless),namun cukup menggunakan SIM Card Indosat yang masih dalam periode masa aktif.

Teknologi seamless dapat digunakan untuk handset yang sudah mendukung teknologi EAP-SIM, dimana saat ini handset yang sudah mendukung teknologi EAP-SIM adalah Blackberry (OS 5, OS 6 ,OS 7),  iPhone (4S), iPad (3G Wi-Fi), Nokia (E series), Android (Huawei Media Pad) dan akan berkembang lebih banyak lagi seiring dengan perkembangan teknologi.

Bagi pelanggan Indosat yang saat ini belum memiliki Handset yang belum mendukung teknologi EAP-SIM juga dapat menikmati layanan Indosat Super Wi-Fi, namun sebelumnya pelanggan harus mengisi Username & Password yang dapat diperoleh dengan mengirimkan SMS ketik SUPERWIFI kirim ke 363.

B. Telkom
Saat ini, khusus kepada pelanggan TelkomGroup akses @wifi.id bisa diperoleh juga secara free dengan cara :

1. Pelanggan Telkomsel (SSID : @wifi.id, FlashZone)

o Call ke *363*601# untuk memperoleh layanan free WiFi selama 1 jam
o Pelanggan akan memperoleh balasan SMS berupa informasi password untuk login.
o Pelanggan akses dengan menggunakan USERNAME : [nomor Telkomsel], PASSWORD : [balasan SMS]

2. Pelanggan Flexi (SSID : @wifi.id, Flexi Zone )

o Telah terdaftar sebagai pelanggan Flexi Mobile Broadband (FMB) atau FlexiNet (Fnet).
o Pelanggan akses dengan menggunakan USERNAME & PASSWORD yang ada di FMB/fnet

3. Pelanggan Telkomsel (SSID : Flashzone-seamless)

Pelanggan yang telah berlangganan layanan data Telkomsel dapat melakukan mobile WiFi Seamless, yaitu perpindahan koneksi jaringan dari 2G/3G ke Wi-Fi tanpa perlu memasukkan USERNAME dan PASSWORD untuk memperoleh akses. Username dan Password yang sudah ada di dalam SIM Card perlu diaktifkan dengan cara men-setting otentikasi handheld yang digunakan menjadi otentikasi EAP SIM.

4. Pelanggan Speedy (SSID : @wifi.id)

Ada 2 cara akses untuk pelanggan Speedy yaitu :
o Menggunakan USERNAME dan PASSWORD sesuai akun @telkom.net.id yang telah dimiliki
o Menggunakan USERNAME : [Nomor Speedy] dengan PASSWORD: [nomor telepon rumah]
o Bila belum memiliki akun, pelanggan dapat membuat akun @telkom.net.id di http://telkomspeedy.com

Referensi :
http://www.indosat.com/Indosat_Internet/Indosat_Internet/Indosat_Super_WiFi
http://www.indonesiawifi.com

Kamis, 29 November 2012

Selamat Hari Korpri Ke- 41 Tahun 2012


Korps Pegawai Republik Indonesia, atau disingkat Korpri, adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, pegawai BUMN, BUMD serta anak perusahaan, dan perangkat Pemerintah Desa. Meski demikian, Korpri seringkali dikaitkan dengan Pegawai Negeri Sipil. Kedudukan dan kegiatan Korpri tak terlepas dari kedinasan.

Korpri yang didirikan pada tanggal 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971, yang merupakan wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia. Selama Orde Baru, Korpri dijadikan alat kekuasaan untuk melindungi pemerintah yang berkuasa waktu itu. Namun sejak era reformasi, Korpri berubah menjadi organisasi yang netral, tidak berpihak terhadap partai politik tertentu.

Organisasi Korpri memiliki struktur kepengurusan di tingkat pusat maupun di tingkat Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, atau Pemerintah Daerah. Saat ini kegiatan Korpri umumnya berkiprah dalam hal kesejahteraan anggotanya, termasuk mendirikan sejumlah badan/lembaga profit maupun non-profit.
Selamat Hari Korpri Ke-41 Tahun 2012. Korpri Maju Terus !

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/KORPRI

Minggu, 25 November 2012

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2012

PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.

Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia bertempat di Sekolah Guru Putri (SGP) Surakarta diselenggrakan Kongres I PGRI dari tanggal 24-25 November 1945. Pada kongres itu disepakati berdirinya PGRI sebagai wahana persatuan dan kesatuan segenap guru di seluruh Indonesia. Pendirinya antara lain : Rh. Koesnan, Amin Singgih, Ali Marsaban, Djajeng Soegianto, Soemidi Adisasmito, Abdullah Noerbambang, dan Soetono.di Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah – guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :
  1. Memepertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia;
  2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan;
  3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.

Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.

Selamat Hari Guru Nasional. Semoga guru dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Kamis, 15 November 2012

Selamat Tahun Baru Hijriyah - 1 Muharram 1434 H

Segenap pengasuh Seputar Simpang Lima Semarang menyampaikan Selamat Tahun Baru Hijriyah - 1 Muharram 1434 H. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya untuk kita melangkah lebih baik menuju keridhoan Allah SWT. Amiiin ya Rabbal ‘alamiiin.